Cara Budidaya Jamur Tiram Dengan Mudah

Cara Budidaya Jamur Tiram Dengan Mudah

Forum Tani– Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur kayu yang dapat dikonsumsi dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jarum ini biasanya tumbuh berderet menyamping pada batang kayu lapuk.

Selain rasa yang enak, jamur ini juga kategori sayuran yang sehat yang banyak dikomsumsi oleh kalangan masyarakat. Jamur tiram putih merupakan sumber mineral yang baik, kandungan mineral utama adalah K, Na, P, Ca, dan Fe, jamur tiram juga berkhasiat menurunkan kadar kolestrol, mengandung vitamin dan asam amino, mencegah diabetes, dan berperan sebagai anti kanker (Cahyana dan Mucrodji, 1999).

Saat ini banyak sekali yang sudah membudidayakan jamur tiram ini karena tiram putih cukup
mudah untuk berkembangbiak, tidak memerlukan media yang sulit cukup dengan media utama yaitu serbuk gergaji. Kali ini FORUM TANI akan mengulas Cara Budidaya Jamur Tiram dengan mudah.

Cara Budidaya Jamur Tiram Lengkap

Simak apa saja yang dibutuhkan dan yang perlu dipersiapkan ketika ingin membudidayakan jamur tiram ini.

Bagi anda yang ingin membeli bibit jamur tiram, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Membeli dari instansi yang memiliki sertifikat atau ada baiknya menanyakan kepada petani lainnya yang sudah pernah membeli bibit berkualitas.
  • Miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh sampai merata
  • Jangan lupa periksa tanggal pembuatan dan juga kadaluarsanya
    Mencari informassi dari petani jamur tiram yang sudah berhasil

Menyipkan Kumbung
Kumbung merupakan rumah jamur dimana untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Didalam kumbung kita persiapkan rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.

Pada umumnya kumbung dibuat dari bambu atau bangunan dari kayu dan dingding nya bisa di buat dari papan serta atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan asbes atau seng karena jika menggunakan atap ini besar kemungkinan akan mendatangkan panas didalam kumbung tersebut.
Dan lantainya jangan disemen atau diplester, agar air penyiraman jamur itu nanti bisa meresap ke tanah.

Didalam kumbung, dilengkapi dengan rak seperti gambar dibawah ini dan disusun bertingkat. Rak ini fungsinya untuk menyusun baglog. Buat lorong antara rak yang satu dengan rak yang lainnya, agar ada lorong perewatan. Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Langkah yang selanjut nya sebelum baglog kita masukan kedalam kumbung:

  • Bersihkan kumbung dan rak-rak dari kotoran
  • Lakukan penyemprotan fungisida dibagian dalam kumbbung. Diam kan selama 2 hari, setalah 2 har dan baunya sudah hilang maka baglog bisa kita masukkan.

Menyiapkan Baglog
Sebelumnya apakah kalian kenal dengan baglog? Baglog itu adalah media tanam jarum tiram. Bahan utamanya sederhana hanya serbuk gergaji, karena jamur kayu termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus dengan plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Cara membuat baglognya
Untuk membuat 100 media budidaya jamur tiram butuh 80 kg serbuk kayu bekas gergaji, 3 kg kapur, , 10-15 kg bekatul, semua bahan itu dicampur sampai keseluruhan merata, lalu kemudian tambah air sekitar 60% dari total keseluruhan bahan. Mengetahui media sudah tercampur secara merata dan baik, cara mengujinya apabila di genggam tidak mengeluarkan air serta apabila dilepas gengaman tidak pecah.

Pada usaha budidaya jarum tiram skala besar, petani jamur ini biasanya membuat baglog sendiri. Tetapi untuk pemula biasanya dibeli dari orang lain.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram.

Cara merawat baglog
Ada 2 cara menyusun baglog kedalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas dan secara horizontal, lubang baglog menghadap kesamping.

Kedua cara diatas memiliki kelebihan masing-masing.

Kelebihan baglog yang disusun secara horizontal adalah lebih aman dari siraman air dan mudah melakukan pemanenan. Bila penyiraman berlebihan, air tidek akan masuk kedalam baglog. Akan tetapi penyusunan sperti ini membutuhkan banyak ruang.
(gambar)

Cara perawatan budidaya jarum tiram

  • Sebelum baglog disusun, anda harus membuka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog.Kemudian diamkan +- 5 Hari. Lakukan penyirimana pada lantai untuk menambah kelembapan
  • Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
  • Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.

Fermentasi Media Tanam Budidaya Jamur Tiram
Fermentasi media tanam sangat penting dilakukan sebelum digunakan untuk menanam jamur tiram, cara fermentasinya didiamkan selama kira2 5-10 hari. Tujuannya agar terjadi proses pelapukan atau pengomposan pada matrial media tana tadi. Selama proses fermentasi berjalan suhu akan meningkat mencapai 70°C, selama itu pula dilakukan pembalikan bahan setiap harinya agar supaya proses pelapukan matrial bahan bisa merata disemua bagiannya. Selain untuk mempercepat pelapukan, fermentasi bertujuan juga untuk mematikan jamur liar yang nanti dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Bahan media siap digunakan ditandai dengan berubahnya warna baglog menjadi cokelat kehitaman.

Sterlisasi Media Tanam
Media tanam yang sudah difermentasi tadi dapat dimasukkan kedalam kantong plastic jenis polipropilen, kemudian dipadatkan hingga berbentuk seperti botol. Dibagian atas leher kantong plastic dipasang ring semacam cicin dari pipa kecil lalu disumbat menggunakan kapas, dan dipasang penutup baklog supaya air tidak masuk kedalam kantong pada saat pengukurannya.

Proses sterilisasi
Proses sterilisasi dapat dilakukan jika bakglog telah siap, yakni dengan cara mengukusnya. Wadah pengukus paling sederhana dapat digunakan yaitu drum, dalam satu drum dapat memuat sekitar 60 baglog. Dengan memanfaatkan panas uap air suhu 95-110°C dalam waktu 8-10 jam akan membuat baklog jadi lebih steril. Ketika suhu pengukusan mencapai 100°C pertahankan selama kira2 5 jam. Waktu dibutuhkan mencapai suhu 100°C 3 jam,itu tergantung kestabilan api ditungku. Selanjutnya, wadah pengukus dibuka serta didiamkan selama 5 jam sampai suhu baglog kembali jadi normal.

Proses Inokulasi
Baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindah ketempat inokulasi sert didiamkan 24 jam untuk mengembalikan kesuhu normal kembali. Ruangan inokulasi keadaannya steril juga harus memiliki sirkulasi udara sangat baik. Penting dilakukan untuk meminimalisir tercemarnya baklog dari spora pathogen juga bakteri.
Berikut tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam bagloog.
Ambil botol bibit F3, semprotkan alcohol kebotol bibit tersebut. Kemudian panaskan sebentar mulut botol dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, matikan api membakar kapas tadi.
Setelah kapas penyumbat botol bibit dibuka, kemudian aduk menggunakan kawat benda lain yg sudah disterilkan diatas api sebelumnya.
Masukkan bibit dari botol kebaglog sampai leher bagloog menjadi penuh bibit, lalu tutup kembali dengan kapas, setiap balog diisi 10 gr bibit.

Proses Inkubasi
Inkubasi bertujuan agar bibit yg telah di inokulasi akan segera ditumbuhi miselium. Buat menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram ruang inkubasi memiliki kelembapan 90-100%, suhu 24-29°C, cahaya 500-1.000 lux, dan sirkulasi udara 1-2 jam sekali. Sekitar dalam waktu 15-30 hari masa inkubasi, miselium sudah tumbuh hingga mencapai separuh bagian baglog. Apa bila miselium telah memenuhi baklog, itu tandanya baglog siap untuk dipindahkan ke rumah kumbung untuk di budidaya sampai panen. Namun, bilamana dalam waktu satu bulan jarak dari waktu inkubasi baglog tidak ditumbuhi misellium juga, proses inokulasi sebelumnya yang dilakuakn berarti gagal.

Bila baglog telah dipindahkan di rumah kumbung dan telah dipenuhi misellium, potong plastik pada ujung balog, yakni dengan menggunakan silet steril. Lubang tersebut nanti akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh jamur tiram. Bila bibit jamur tiram dibeli bibit F4, tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan hingga masa inkubasi karena bibit F4 baklog bisa langsung ditempatkan di rumah produksi. Biasanya, tubuh jamur tiram akan terbentuk setelah 1sampai 2 bulan dari penempatan baglog di rumah kumbung.

Dan perawatan terakhir menyiram atau menyemprot jamur tiram secara rutin sehari 3 kali. Rutinitas inilah membuat kualitas jamur baik atau tidak. Lalu setelah sekitar 1 sampai 2 bulan jamur tiram akan membesar dan dapat di panen. Panen jamur tiram tidak hanya sekali saja, bisa sampai 8 kali panen persatukali pembudidayaan. jika ingin kualitas jamur tiram baik dapat di siram dengan cucian air beras.

Dengan langkah langkah cara budidaya jamur tiram di rumah diatas, pastinya tidak sabar untuk menghitung berapa keuntungan didapat dari usaha budidaya jamur tiram di rumah ini. Itu lah paparan singkat cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula bisa menjadi referensi anda. (http://carabudidaya88.blogspot.com)

Kesuksesan didalam budidaya ini sudah banyak kita dapati disekitar kita. Mungkin anda juga bisa sukses didalam membudidaya jamur tiram putih dengan mudah. Cara-cara yang kami berikan ini semoga bisa membantu anda didalam membuat suatu usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*